Apakah Hal Gaib Ada?
![]() |
| Source : Basreng |
Ketika kita mendengar hal gaib apa yang bisa kita simpulkan?, ya,hal gaib adalah yang rumit dipahami , dimengerti, bahkan sulit untuk diinderakan sehingga orang-orang memasukanya kepada aspek keyakinan.
Tapi pertanyaanya , apakah hal gaib itu benar ada atau ngga sih, kenapa masyarakat meyakininya bahkan cara berfikir dan perilaku masyarakat Indonesia terutama kalangan pedasaan menggunakan cara berfikir gaib/mistik/dugaan spiritual.
Okei kita akan bahas eksistensi hal gaib ,hal yang gaib seharusnya sebuah hal yang ada (Eksistensi) bukan untuk cara hidup atau berperilaku seutuhnya dengan cara gaib,
Jika kita menggunakan hal gaib sebagai cara pandang untuk menyelesaikan masalah, hal ini hanya akan mempersulit hidup kita bahkan tidak efektif karena ketidak runtutan dalam menjalani hidup.
Kita kembali ke Eksistensi, Jadi hal gaib ada atau ngga?, jawabanya "ada" , kok bisa ada?,
1. Kita bisa membuktikanya dengan metode rasionalitas , cara berfikirnya gimana kok kita bisa mengatakan itu ada?, dengan probabilitas yang masuk akal.
ketika kita sudah mentok berfikir sesuatu darimana ujungnya sesuatu kok ga ada sebab akibatnya atau tidak bisa di inderakan maka bukan berarti hal itu tidak ada ini dalam konteks asal usul ghaib, karena dengan inderawi mentok, dengan rasio juga mentok tidak bisa berasumsi logis karena pasti berujung, nah diujung itu kita tidak tahu ada sebuah energi yang unlimited
Terus juga kita bisa ambil sampel hal gaib dalam konteks makhluk halus/astral, apakah ada makhluk selain yang kelihatan seperti manusia, hewan & tumbuhan?, probabilitinya ada dengan berfikir dimensi, pintu, dan juga wujud yang berbeda yg berbeda tapi karena keterbatasan aksesnya maka kita tidak bisa bersentuhan.
Itulah yg menunjukkan eksistensi bahwa hal gaib itu ada dengan metodologi berfikir rasio
Lalu apakah ada cara lagi untuk membuktikan hal gaib, kita berbicara probability lagi tentang metodologi kebatinan , dengan riyadhoh dll.
Disini yang masuk akal adalah usahanya bukan sistem cara yg strukturnya , karena kadang untuk riyadhoh kita melakukan hal yg tidak masuk akal Tapi ini soal probality dan keyakinan jadi tetap dilakukan
2. Teori ini adalah teori kepercayaan batin yang tinggi yang dilakukan dalam bentuk riyadhoh seperti yang dilakukan oleh para spiritualis muslim contoh: al-hallaj, ibnu araby, abu yazid al-bustami dalam konteks mendekat kepada tuhan dan masih banyak yang lain lagi.
Dan juga aliran kebatinan yang lain seperti yang terjadi di Indonesia yang konon katanya bisa merasakan wujud abstrak lewat intuisinya.
Tapi dengan metode kebatinan ini susah juga ingin tahu hal/alam gaib, karena ga semua orang berhasil, ada yang sia-sia, ada juga yang bisa bohong supaya orang percaya.
Untuk itu percaya pada hal-hal gaib yang diceritakan orang yang tidak jelas adalah kseia-sian bahkan madharat, lebih baik kita kembali ke keyakinan agama (dalam kitab suci) bagaimana menyikapinya.
Penulis : Estiana (Koor Kaderisasi)
#FilsafatBerfikir
#OpiniRasional
#IdeImajinasi
.png)
Komentar
Posting Komentar