Rayon PMII Raden Paku Komisariat UNU Sunan Giri Bojonegoro Gelar Harlah ke-19 dan Madrasah Intelektual Progresif

 


Doc : Sesi Foto Bersama Setelah Pembukaan


Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Raden Paku sukses mengadakan kegiatan Harlah Rayon Raden Paku ke-XIX yang dirangkai dengan kegiatan kaderisasi non formal yakni Madrasah Intelektual Progresif (MIP) II. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta dari internal rayon raden paku, seluruh pengurus dan beberapa tamu undangan yaitu, Ketua PC PMII Bojonegoro yang pada momentum kali ini di wakili oleh sahabat M.Arya Fuadi, Ketua PK PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro Sahabat Khoirur Rozikin, dan Kepala Desa Plesungan Bapak H.Moch Choiri. Acara tersebut berlangsung di Balai Desa Plesungan Kapas Pada Jumat (13/02/2026).

Dengan mengusung tema "Memaknai Kelahiran PMII Raden Paku Sebagai Manivestasi Kader Transformatif" dengan harapan bahwa diusia rayon yang menginjak 19 tahun ini dapat mencetak kader-kader yang senantiasa selalu bergerak menuju perubahan yang lebih baik.

M. Imron Rosyadi, selaku ketua pelaksana dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasih terhadap pemerintah desa Plesungan yang telah memfasilitasi tempat bagi PMII Rayon Raden Paku untuk menyelenggarakan kegiatan ini dan seluruh peserta atas semangat serta partisipasinya dalam kegiatan ini.

"Saya mewakili sahabat/i pengurus menyampaikan banyak terimakasih kepada Pemerintah Desa Plesungan, terkhusus bapak kepala desa karena telah memfasilitasi tempat bagi kami sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik, kemudian juga saya sampaikan terimakasih terhadap seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan acara Harlah rayon yang dirangkai dengan MIP ini," Ungkapnya.

Selaku ketua Rayon, dalam momentum sambutannya Habib Nur Muhammad menyampaikan sebuah harapan yang besar terkait diadakannya momen Harlah yang dirangkai dengan pelatihan Kaderisasi Non formal ini.

"Dengan di adakanya pelatihan ini tidak hanya sebagai monentum saja tapi bagaimana MIP ini menjadikan sekolah atau madrasah bagi mahasiswanya khususnya kader pmii di fakultas tarbiyah yang selanjutnya berintelektual dan progregsif," Tuturnya.

Khoirur Rozikin selaku ketua komisariat dalam sambutannya menyampaikan sebuah apresiasi sebesar-besarnya terhadap Pengurus Rayon Raden Paku, karena Rayon Raden Paku ini merupakan Rayon progressif yang dalam 1 periode mengadakan 2 pelatihan kaderisasi non formal.

"Rayon Raden Paku ini merupakan salah satu Rayon paling progresif, yang dimana dalam satu periode kepengurusan Rayon Raden Paku mengadakan 2 pelatihan Kaderisasi non formal, yang dimana biasanya pada momentum harlah selalu dirangkai dengan kegiatan Pelatihan Menejemen Tata Organisasi (PMTO), namun pada Harlah tahun ini melihat dari urgensi dari kebutuhan anggota Rayon maka momen harlah ini dirangkai dengan kegiatan MIP, dan PMTO akan diadakan di akhir periode," Jelasnya.


Doc : Sambutan Ketua PC PMII Bojonegoro



M. Arya Fuadi yang dalam hal ini mewakili ketua PC PMII Bojonegoro yang berhalangan hadir, dalam sambutannya menyampaikan sebuah pesan yang sangat bermakna bagi peserta dan pengurus rayon raden paku.

"Saya berharap forum MIP ini tidak hanya selesai diacara kali ini, melainkan selalu ada spirit pengawalan pendidikan yang ada di Indonesia, mengingat bahwasannya indonesia telah berganti kurikulum hampir lebih dari 16 kali, artinya harus ada spirit baru dan pengawalan dalam dunia pendidikan terlebih di fakultas tarbiyah. jadikan forum ini sebagai transfer of knowledge dan transfer of value. Dimana spirit pembebasan harus selalu digaungkan oleh kita yang masih mengharapkan suatu kemajuan di lingkup pendidikan, karena sebuah bangsa yang maju dapat dilihat dari kualitas pendidikan itu sendiri," Terangnya.


Doc : Sambutan Kepala Desa Plesungan





Moh. Choiri Selaku kepala desa Plesungan juga menyampaikan satu hal yang sangat luar biasa dalam sambutannya.

"Pendidikan adalah suatu hal yang menjadi kewajiban bagi setiap orang. Namun yang perlu kita perhatikan dalam pendidikan ini adalah mindset kita terhadap pendidikan itu sendiri. Kebanyakan dari kita hanya menganggap pendidikan adalah sebuah sarana untuk memperoleh kerja, sehingga kita hanya berlomba-lomba untuk mendapat nilai tanpa melalui sebuah proses yang seharusnya. Dan tentunya hasil yang kita dapatkan pun tidak akan maksimal ketika kita hanya menganggap pendidikan hanya sebagai sarana untuk memperoleh sebuah jabatan semata," Pungkasnya.


Penulis : Ann Attaromi



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bekali Anggota Muktakid Sikap Leadership dalam Pengembangan Keorganisasian PMII

Bis kota, Antara Kemauan dan Kemampuan

Filosofi Tandur, Sebuah Pekerjaan yang Sederhana Namun Penuh Makna